About this blog

apapun, tentang segala sesuatu yang ingin ditulis

Pages

Monday, July 27, 2009

NGACAPRUK WEH

Segala sesuatu itu tak bisa dipaksakan. Bukan berarti menyerah, tetapi harus lebih mengenal situasi dan kondisi. Seperti halnya buah yang belum matang, jika dipaksakan supaya masak dengan cara dikarbit, tentu saja rasanya akan jauh berbeda. Kalaupun dipaksakan, siap-siap saja kita untuk kecewa terhadap hasilnya.

“Man proposes god disposes” kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, hasilnya tetap saja ada di tangan Tuhan. Yang perlu disadari adalah bagaimana cara kita melihat situasi dan kondisi kita sendiri.

Kita harus bisa mengukur kemampuan kita, apakah kita mampu atau tidak, apakah situasi mendukung atau tidak. Ada banyak faktor x yang harus dipertimbangkan dalam hal ini. Walaupun pada kenyataan, hasilnya selalu tidak sesuai dengan keinginan kita (anjink kieu kieu wae hirup teh).

Bang iwan pernah bersenandung; “keinginan adalah sumber penderitaan, tempatnya di dalam pikiran, tujuan bukanlah yang utama, yang utama adalah prosesnya”. Sekarang pertanyaannya adalah; apakah kita menikmati proses ini? Apakah kita mampu mengucapkan ya dengan tulus tehadap petualangan-petualangan dalam kehidupan kita?

Hese euy… kita selalu membandingkan hidup kita dengan orang lain, kita selalu melihat orang lain dengan kenikmatannya saja. Saking sibuknya memikirkan orang lain, kita lupa tujuan kita.

Om bob Marley pernah berkata “Life is one big road with lots of signs. So when you riding through the ruts, don’t complicate your mind. Flee from hate, mischief and jealously. Don’t bury your thoughts, put your vision to reality”.

so, enjoy aja...


monologokoy

24112009


Wednesday, July 22, 2009

“V” for ….?


Ketika saya menonton film kartun, saya melihat kawanan burung (entah itu bebek atau angsa atau ayam?) terbang dalam formasi “V”. Hal itu menimbulkan pertanyaan dalam benak saya; apa gunanya mereka terbang dengan posisi seperti itu?. Mengapa burung-burung itu melakukan hal bodoh??? (mungkin).

Ketika seekor burung mengepakan sayapnya, maka itu akan membuat burung-burung lain mengikutinya. Dengan terbang dalam formasi “V”, keseluruhan kawanan burung itu bisa menambah paling tidak 71 persen jarak terbang dibanding bila setiap burung terbang sendiri-sendiri.

Orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama dan rasa kebersamaan bisa sampai lebih cepat dan lebih mudah, karena mereka melakukan hal itu dengan dukungan dari yang lain.

Apabila seekor burung jatuh dari formasi, tiba-tiba dia merasa ada yang menariknya dan mempunyai keinginan yang kuat untuk menempuhnya sendiri dan dengan begitu segera kembali ke formasi itu karena disemangati oleh burung yang berada di depannya.

Kalau kita memiliki naluri seperti yang dimiliki oleh seekor burung, kita akan tetap tinggal dalam formasi bersama-sama dengan orang yang mempunyai tujuan sama dengan kita.

Ketika pemimpin kawanan burung itu lelah, burung itu berputar ke belakang dan seekor burung lainnya akan mengambil alih pimpinan.

Masuk akal untuk secara bergiliran melakukan pekerjaan yang berat, baik bagi manusia maupun bagi kawanan burung yang terbang.

Burung-burung memberi tanda dari belakang untuk memberi semangat burung lainnya yang ada di depan untuk mempertahankan kecepatan mereka.

Pesan apa yang kita sampaikan apabila kita memberi tanda (semangat) dari belakang?

Ketika seekor burung sakit atau terluka atau jatuh dari formasi, dua ekor burung lainnya ikut melepaskan diri dari formasi itu bersama burung tadi dan mengikutinya turun untuk memberikan bantuan dan perlindungan. Keduanya tetap bersama dengan burung yang jatuh tadi sampai burung tadi mampu terbang kembali atau mati; dan baru keduanya meneruskan perjalanan mereka sendiri atau bergabung dengan formasi lainnya untuk mengejar kelompoknya tadi.

Kalau kita mempunyai naluri seekor burung, kita akan saling memberikan semangat seperti itu.



monologokoy

11 Juli 2009


 
Photography Templates | Slideshow Software