About this blog

apapun, tentang segala sesuatu yang ingin ditulis

Pages

Friday, October 30, 2009

kebahagiaan

Tidak seperti biasanya, hari ini saya melaksanakan shalat jum'at di sekitaran rumah tempat saya tinggal. Biasanya saya melaksanakan shalat jum'at di masjid kampus, di kosan teman atau di masjid al-mapadiyah.Hari ini saya sampai di mesjid ketika adzan telah selesai dikumandangkan, otomatis bagian luar mesjid sudah terisi, tapi bagian dalam mesjid masih ada tempat kosong. Dengan berat hati, saya mematikan rokok karena di dalam mesjid tidak boleh merokok. Sudah lama saya tidak shalat jum'at di dalam mesjid, kebanyakan di pelataran atau di halaman mesjid. Mungkin ini sudah jadi kebiasaan.

Suasana di dalam mesjid sangatlah berbeda dengan suasana diluar mesjid. Di dalam mesjid saya dapat mendengarkan khutbah dengan sangat jelas. Daripada tidur atau melamun tidak karuan, saya memutuskan untuk mendengarkan isi khutbah.

Sang khotib pun memulai khutbahnya mangenai kehidupan manusia dan apa yang mereka cari di dunia. Pada dasarnya, manusia hidup di dunia ini untuk mencari kebahagiaan, dan kebahagiaan ini sangatlah beragam macamnya.

Pertama, kebahagiaan material. Pemuasan kebutuhan materi dapat membuat manusia bahagia. dengan mendapatkan apa yang diinginkan, manusia merasa senang,

Kedua, kebahagian mental. seperti pengakuan, citra diri dan penghargaan orang. Kebahagiaan ini lebih kepada pemuasan diri terhadap lingkungan sekitar.

Ketiga, kebahagiaan spiritual. kebahagiaan yang berasal dari penyerahan diri kepada keyakinan. (can ngerti ieu mah, can kataekan mereun)

Khotib pun menjelaskan secara rinci tiap jenis kebahagian beserta dampaknya terhadap kehidupan manusia. Pada akhirnya, terserah manusia sendiri untuk mencari kebahagian yang mereka yakini. Saya jadi berujar dalam hati; beneur oge. Apa yang dikatakan khotib serupa denga teori David Mc Clelland, dalam bukunya The Achieving Society, seperti; need of power, need of affiliation dan need of achievement.

Saya teringat lagu berjudul Seperti Matahari-nya bang Iwan, liriknya kalau tidak salah seperti ini;


keinginan adalah sumber penderitaan, tempatnya di dalam pikiran

tujuan bukan utama, yang utama adalah prosesnya

kita hidup mencari bahagia, harta dunia kendaraannya

bahan bakarnya budi pekerti, itulah nasehat para nabi


Pada akhirnya, kebahagian itu tergantung dari sudut pandang manusia sendiri. Kebahagiaan itu abstrak. Kebahagiaan itu tidak dapat didefinisikan. Jujur, saya merasa bahagia ketika menginjakan kaki di puncak gunung, terserah orang akan berkomentar apa. Bagi saya, itu adalah sebuah kebahagiaan, walaupun banyak orang berkata itu tidak bermanfaat dan membahayakan diri. I live it my way!


301009

monologokoy

di sudut kamar

Wednesday, October 28, 2009

berbahasa satu

PERTAMA

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,

TANAH INDONESIA.


KEDOEA

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,

BANGSA INDONESIA.


KETIGA

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,

BAHASA INDONESIA


Hari ini, tanggal 28 oktober, seperti yang kita ketahui, merupakan hari sumpah pemuda Indonesia. lalu apakah makna hari ini bagi pemuda di zaman sekarang? apakah masih perlu untuk diperingati? ataukah hanya menjadi sebuah perayaan saja tanpa perlu dimaknai?


Ceritanya, sumpah pemuda merupakan sebuah cita-cita luhur para pendahulu untuk menyatukan bangsa Indonesia (waktu itu masih dijajah). Moehammad Jamin beranggapan bahwa ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Lalu lahir lah teks sumpah pemuda yang didasari sebagai hasil kongres pemuda pada waktu itu.


Dalam tulisan ini, saya tidak akan terlalu condong kepada masalah sejarah ataupun bagaimana lahirnya sumpah pemuda, (karena saya bukan anak sejarah), tapi saya ingin melihat fenomena ini dalam ruang lingkup akademis saya (bahasa).


Bahasa, khususnya bahasa Indonesia, merupakan salah satu aspek yang terdapat dalam teks sumpah pemuda, dan digunakan sebagai alat untuk menyatukan bangsa ini. Pada perkembangan sekarang ini, bahasa Indonesia lah yang diakui sebagai bahasa kesatuan. bukan bahasa sunda, jawa, madura ataupun batak.


Pada kenyataannya, saya sebagai anak negeri ini, merasa miris melihat fenomena yang terjadi di sekeliling saya. di bandung, kota kelahiran saya, terdapat banyak tempat yang menggunakan bahasa inggris, seperti Pasar Baru Trade Centre, Bandung Electronic Centre, ITC, BBC, Setiabudhi Regency, Setiabudhi Apartment, dll. Bahkan, stadion PERSIB yang sedang dibangun di daerah Gede Bage pun kabarnya akan diberi nama West Java Stadium, ckckckck... Mungkin agar terlihat keren atau dianggap modern, banyak pula yang maksa menggunakan bahasa Inggris. Saya pernah melihat di daerah ITC ada banner yang bertuliskan "jual beli hp sekond" dan "terima ketok megik". Ada pula percakapan muda-mudi yang berlaga menyerupai artis dalam bicara nya (mencampur aduk indonesia dan inggris). Dan yang lebih parah lagi, ada selebritis yang berujar; "yaa,, it's ok,, saya kan seorang entertainment"


Bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu penting, tapi bagi saya, ini merupakan sebuah "penjajahan bahasa", merupakan hal serius yang harus dibenahi oleh negara kita. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka lambat laun, Bahasa Indonesia akan mengalami penyempitan makna dan pada akhirnya punah.


Beberapa waktu lalu, terjadi pengakuan budaya Indonesia oleh negara lain, hal ini membuat geram masyarakat kita. Kita menghujat, memaki dan memperebutkan hak paten tersebut. Lalu apakah kita tidak malu menamai sebuah tempat di negara kita dengan nama asing? yang nota bene bahasa adalah budaya.


akhir kata, mari kita budayakan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar,


28 oktober 2009


monologokoy

di sudut toko menanti pembeli yang datang

 
Photography Templates | Slideshow Software