About this blog

apapun, tentang segala sesuatu yang ingin ditulis

Pages

Friday, October 29, 2010

KBBI capruk

Cerai:
Bentuk kalimat masa depan (future tense) dari Menikah

Rokok:
Tembakau yang digulung dengan kertas dengan api di ujung yang satu dan seorang bodoh di ujung yang lain.

Kuliah:
Seni memindahkan informasi dari buku catatan dosen ke buku catatan mahasiswa tanpa melalui otak kedua belah pihak.

Konferensi:
Kebingungan seseorang dikalikan dengan jumlah peserta.

Ruang:
Sebuah tempat dimana semua orang bicara, tidak seorangpun mendengar, dan sesudahnya setiap orang bilang tidak setuju.

Komite:
Individu-individu yang tidak bisa melakukan apa-apa secara individu dan duduk untuk memutuskan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan secara bersama-sama.

Kantor:
Sebuah tempat dimana kamu bisa rileks setelah menjalani hidup rumah tangga yang berat.

Menguap:
Satu-satunya waktu dimana sebagian dari para suami bisa membuka mulutnya.

Kompromi:
Seni membagi kue dengan cara tertentu sehingga tiap orang percaya bagiannyalah yang paling besar.

Airmata:
Tekanan hidrolis yang dengannya kekuatan tekad yang maskulin dikalahkan oleh kekuatan air yang feminin.

Klasik:
Sebuah buku yang dipuji orang-orang, tapi tidak dibaca.

Senyum:
Sebuah garis melengkung yang bisa meluruskan banyak hal.

Dst. :
Sebuah tanda yang membuat orang lain percaya kamu tahu lebih banyak daripada yang sebenarnya.

Pengalaman:
Sebutan yang diberikan para pria untuk kesalahan-kesalahan nya.

Bom-atom:
Penemuan yang mengakhiri semua penemuan.

Diplomat:
Seseorang yang mengatakan kepadamu "Go to hell!" dengan cara sedemikian memikatnya hingga kamu benar-benar merasa ingin ke sana.

Oportunis:
Seorang yang akan mulai mandi kalau dia tidak sengaja terjatuh kedalam sungai.

Optimis:
Seorang yang ketika sedang melayang jatuh dari puncak Monas masih bisa bilang, "Lihat kan . Aku masih belum terluka"

Kriminal:
Seseorang yang tidak beda sama sekali dengan semua orang, kecuali bahwa dia tertangkap.

Boss:
Seorang yang datang cepat ketika kamu terlambat, dan nongol siang ketika kamu datang lebih pagi.

Politisi:
Seorang yang mgnguncang-guncang genggaman tanganmu sebelum pemilihan dan mengguncang- guncang keyakinanmu sesudahnya.

Dokter:
Seseorang yang membunuh sakitmu dengan pil, lalu membunuhmu dengan tagihan

*just for kidding
*dari berbagai sumber

Friday, October 8, 2010

The Spirit Carries On


"The Spirit carries on" lagu yang dibawakan oleh band Dream Theater, penciptanya adalah sang gitaris, John Petrucci. Pertama kali saya dengar lagu ini dari seorang anak Mapenta Unisba angkatan "jadul". Entah kenapa ketika itu saya langsung suka lagu ini. Kalo istilah anak muda sekarangmah "soulnya dapet" dan "jatuh cinta pada pandangan pertama".

Awalnya cuma tau lagunya selow dan enak buat pengantar tidur, tapi tetap di sisipkan melody gitar yang dahsyat dgn alternate picking ala John Petrucci yang seolah-olah menggambarkan "pergolakan jiwa" haha. Tapi setelah mengkaji liriknya ternyata dalem banget. Beuuuhh.. Mataaaff abiiss..

Lagu ini diambil dari album "Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory" tahun 1999. Bercerita tentang seseorang yang bernama Nicholas dan wanita impian nya bernama Victoria, dalam lagu ini Nicholas bertanya-tanya bagaimana jalan cerita kehidupan, dari sejarah diciptakannya, kemudian dia menjalaninya dan adakah kehidupan setelah kita semua mati?

Para fans DT pasti tau lirik lagu DT banyak diambil dari kehidupan nyata bukan karangan belaka. Salah satu yg paling fenomenal adalah di lagu The Spirit Carries On. Lagu ini banyak memberikan pelajaran buat orang yang syndrome sama yang namanya "Kematian".

Kalo belum tau, dengerin aja..




Dan ini liriknya;

"The Spirit Carries On"

Music by Dream Theater
Lyrics by John Petrucci

Where did we come from,
Why all we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say, "Life is too short,"
"The here and the now"
And "You're only given one shot"
But could there be more,
Have I lived before,
Or could this be all that we've got?

If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I'm not scared anymore
I know that my soul will transcend

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try

If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

"Move on, be brave
Don't weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let
Your memory of me disappear"

Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind
Has helped me to find
The meaning in my life again
Victoria's real
I finally feel
At peace with the girl in my dreams
And now that I'm here
It's perfectly clear
I found out what all of this means

If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

Wednesday, October 6, 2010

Film Swordfish


"Swordfish" film yang diputar di salah satu stasiun TV tadi malam, lumayan membuat mata saya terbuka dan tidak ngantuk. Salah seorang pemainnya adalah John Travolta, aktor yang bermain di film "face off". Selain itu ada Huck Jackmann yang berperan sebagai seorang programer bernama Stanley.

Sebagai Gabriel Shear, John Travolta berperan dengan sangat baik, seolah-olah kita bisa langsung tahu bahwa it's the man sekalipun perannya sebagai tokoh antagonist, namun dia sanggup membuat kita respect pada karakternya. Sedang tokoh Stanley Jobson yang diperankan oleh Huck Jackmann benar-benar suck nggak mencerminkan seorang programmer sama sekali apalagi Cracker terhebat in the world, malah saya liat karakternya jadi lebih mirip si pembalap dalam The fast and Furious Brian o Connor.

Yang paling menarik dalam film ini adalah endingnya, tidak seperti film action yang lain yang mudah ditebak; dimana sang bogalakon mengalahkan lawannya, trus lawannya mati. Di film ini si bogalakon justru berhasil ditipu oleh lawannya. ckckck..

Dan quote yang paling saya suka di film ini:
Gabriel
: Have you ever heard of Harry Houdini? Well he wasn't like today's magicians who are only interested in television ratings. He was an artist. He could make an elephant disappear in the middle of a theater filled with people, and do you know how he did that? Misdirection.
Stanley: What the fuck are you talking about?
Gabriel: Misdirection. What the eyes see and the ears hear, the mind believes.

Beuuhh,,, te oo pe be ge te... tonton aj... klik

 
Photography Templates | Slideshow Software