About this blog

apapun, tentang segala sesuatu yang ingin ditulis

Pages

Wednesday, October 28, 2009

berbahasa satu

PERTAMA

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,

TANAH INDONESIA.


KEDOEA

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,

BANGSA INDONESIA.


KETIGA

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,

BAHASA INDONESIA


Hari ini, tanggal 28 oktober, seperti yang kita ketahui, merupakan hari sumpah pemuda Indonesia. lalu apakah makna hari ini bagi pemuda di zaman sekarang? apakah masih perlu untuk diperingati? ataukah hanya menjadi sebuah perayaan saja tanpa perlu dimaknai?


Ceritanya, sumpah pemuda merupakan sebuah cita-cita luhur para pendahulu untuk menyatukan bangsa Indonesia (waktu itu masih dijajah). Moehammad Jamin beranggapan bahwa ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Lalu lahir lah teks sumpah pemuda yang didasari sebagai hasil kongres pemuda pada waktu itu.


Dalam tulisan ini, saya tidak akan terlalu condong kepada masalah sejarah ataupun bagaimana lahirnya sumpah pemuda, (karena saya bukan anak sejarah), tapi saya ingin melihat fenomena ini dalam ruang lingkup akademis saya (bahasa).


Bahasa, khususnya bahasa Indonesia, merupakan salah satu aspek yang terdapat dalam teks sumpah pemuda, dan digunakan sebagai alat untuk menyatukan bangsa ini. Pada perkembangan sekarang ini, bahasa Indonesia lah yang diakui sebagai bahasa kesatuan. bukan bahasa sunda, jawa, madura ataupun batak.


Pada kenyataannya, saya sebagai anak negeri ini, merasa miris melihat fenomena yang terjadi di sekeliling saya. di bandung, kota kelahiran saya, terdapat banyak tempat yang menggunakan bahasa inggris, seperti Pasar Baru Trade Centre, Bandung Electronic Centre, ITC, BBC, Setiabudhi Regency, Setiabudhi Apartment, dll. Bahkan, stadion PERSIB yang sedang dibangun di daerah Gede Bage pun kabarnya akan diberi nama West Java Stadium, ckckckck... Mungkin agar terlihat keren atau dianggap modern, banyak pula yang maksa menggunakan bahasa Inggris. Saya pernah melihat di daerah ITC ada banner yang bertuliskan "jual beli hp sekond" dan "terima ketok megik". Ada pula percakapan muda-mudi yang berlaga menyerupai artis dalam bicara nya (mencampur aduk indonesia dan inggris). Dan yang lebih parah lagi, ada selebritis yang berujar; "yaa,, it's ok,, saya kan seorang entertainment"


Bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu penting, tapi bagi saya, ini merupakan sebuah "penjajahan bahasa", merupakan hal serius yang harus dibenahi oleh negara kita. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka lambat laun, Bahasa Indonesia akan mengalami penyempitan makna dan pada akhirnya punah.


Beberapa waktu lalu, terjadi pengakuan budaya Indonesia oleh negara lain, hal ini membuat geram masyarakat kita. Kita menghujat, memaki dan memperebutkan hak paten tersebut. Lalu apakah kita tidak malu menamai sebuah tempat di negara kita dengan nama asing? yang nota bene bahasa adalah budaya.


akhir kata, mari kita budayakan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar,


28 oktober 2009


monologokoy

di sudut toko menanti pembeli yang datang

1 comments:

anna said...

semoga tulisannya di terapkan dilapangan...piss.

Post a Comment

 
Photography Templates | Slideshow Software