About this blog

apapun, tentang segala sesuatu yang ingin ditulis

Pages

Saturday, July 17, 2010

23 taun yeuh


Tanggal 17 juli 2010, tepat hari ulang tahun saya, bertambah lagi umur dan berkurang jatah hidup. Seperti tahun sebelumnya, tidak ada perayaan khusus. Merayakan ulang tahun bukanlah hal yang biasa saya lakukan, bahkan di lingkup keluarga sekalipun. Paling hanya traktiran, tidak ada tanda spesial hari ulang tahun selain ucapan selamat dari teman. Saya sangat menghargainya karena merupakan bentuk perhatian khusus yang mereka berikan kepada saya secara pribadi.

Seorang teman pernah berkata; umur itu ada 3, umur biologis, umur fisiologis dan umur psikologis. Umur biologis adalah umur kita sebenarnya, sedangkan umur fisiologis itu .... mmmmhhhh.. bentuk muka wkwkwk(misalnya; ada teman saya yg berusia 3 tahun lebih muda dari saya tapi mukanya keliatan sudah tua, sehingga disebut BK - beungeut kolot). Sedangkan umur psikologis bisa diartikan kedewasaan.

Mungkin tidak perlu diterangkan lagi, bahwa setiap hari umur kita bertambah, tetapi apakah bertambah pula kedewasaan saya. Dewasa disini saya artikan "hade goreng ku basa", seorang dikatakan dewasa kalau dia bisa menjaga bahasanya.

Saya teringat akan sebuah sajak entah siapa pengarangnya..
"bertambah usia bukan berarti kita paham segalanya.pohon besar tumbuh mendekati langit dan menjauhi tanah. ia merasa telah melihat segala dari ketinggiannya. namun masih ingatkah ia dengan sepetak tanah mungil waktu masih kerdil dulu? masih pahamkah ia akan semesta kecil ketika semut serdadu bagaikan kereta raksasa dan setetes embun seolah bola kaca dari surga, tatkala ia tak peduli akan pola awan di langit dan tak kenal tiang listrik?waktu kecil dulu, kupu-kupu masih sering hinggap di pucuknya. kini burung besar bahkan bersangkar di ketiaknya, kawanan kelelawar menggantungi buahnya. namun jangan sekali-kali ia merendahkan kupu-kupu yang hanya menggeliat di tapaknya, karena mendengar bahasanya pun ia tak mampu lagi.setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yang selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. tak bisa kembali ke kacamata yang sama bukan berarti kita lebih mengerti dari yang semula. rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu.dapatkah kita kembali mengerti apa yang ditertawakan bocah kecil atau yang digejolakkan anak belasan tahun seiring dengan kecepatan zaman yang melesat meninggalkan? karena kita tumbuh ke atas tapi masih dalam petak yang sama. akar kita tumbuh ke dalam dan tak bisa terlalu jauh ke samping. selalu tercipta kutub-kutub pemahaman yang tak akan bertemu kalau tidak dijembatani."

ya.. saya kira jembatan yang dimaksud adalah kedewasaan, kedewasaan dalam bersikap, berfikir dan bertutur kata.

‘Ya Allah, saya berharap dengan sisa umur hamba-Mu ini, Engkau akan selalu melindungi dan membimbing tetap berada di jalan yang lurus, semakin bertambah keimanan dan ketakwaan serta tetap selalu mendapatkan taufik dan hidayah-Mu. Karuniakanlah kepada hamba-Mu ini kesudahan yang baik yang khusnul khotimah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Pengabul doa. Amin.’

Nb: Doaku untuk semua temen yang sudah memberikan perhatian, terima kasih banyak atas doanya, doa yang sama dariku untuk kalian orang tuaku, temenku, saudaraku, kakakku yang baik...

"Wahai Dzat yang sempurna nikmatnya, Engkau tahu beliau-beliau ini orang yang baik hati, penuh cinta kasih, muliakanlah mereka, yang telah memberikan, berbagi doa dan kebaikan."

Sunday, July 11, 2010

Soe Hok Gie's Quotes


"Buat apa menghindar? Cepat atau lambat, suka atau tidak, perubahan hanya soal waktu. Semua boleh berubah, semua boleh baru, tapi satu yang harus dipegang; kepercayaan –Soe Hok Gie (Berjuang dalam perubahan)."

"Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur."

"Suatu gerakan hanya mungkin berhasil bila dasar-dasar dari gerakan tersebut mempunyai akar-akarnya di bumi tempat ia tumbuh. Ide yang jatuh dari langit tidak mungkin subur tumbuhnya, hanya ide yang berakar ke bumi yang mungkin tumbuh dengan baik… (Soe Hok Gie- Di Bawah Lentera Merah)."

"Hari ini aku lihat kembali. Wajah – wajah halus yang keras. Yang berbicara tentang kemerdekaan dan demokrasi dan bercita-cita menggulungkan tiran. Aku mengenali mereka. Yang tanpa tentara.Mau berperang melawan diktator. Dan yang tanpa uang. Mau memberantas korups. Kawan – kawan Kuberikan padamu cintaku. Dan manakah kau berjabat tangan. Selalu dalam hidup ini."

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

“Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.”

“Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.”

“Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.”

“Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.”

“Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia. “

“Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.”

“Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.”

“Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?”

“Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…”

“Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.”

“Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.”

“Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.”

“To be a human is to be destroyed.”

“Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.”

“Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.”

“I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.”

“Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.”

“Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.”

“Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya."

“Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih
baik."

"bahwa untuk memperoleh kemerdekaan sejati dan hak-hak yang dijunjung sebagaimana mestinya, ada harga yang harus dibayar, dan memberontaklah caranya..."

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”

“Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.”


puisi soe hok gie

Saya lupa judulnya..

Saya mimpi tentang sebuah dunia,
Di mana ulama - buruh dan pemuda,
Bangkit dan berkata - Stop semua kemunafikan,
Stop semua pembunuhan atas nama apa pun.

Dan para politisi di PBB,
Sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu dan beras,
Buat anak-anak yang lapar di tiga benua,
Dan lupa akan diplomasi.

Tak ada lagi rasa benci pada siapa pun,
Agama apa pun, ras apa pun, dan bangsa apa pun,
Dan melupakan perang dan kebencian,
Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Tuhan - Saya mimpi tentang dunia tadi,
Yang tak pernah akan datang.

Soe Hoek Gie - 29 Oktober 1968 (CSD, terbitan LP3ES)

Senja itu,
ketika matahari turun ke dalam
jurang-jurangmu
Aku datang kembali dalam ribaanmu
Dalam sepimu dan dalam dinginmu
Walau setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan,
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima dalam daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada,
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu,
Ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi,
Kau datang kembali dan berbicara padaku
Tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian,
Menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti
Tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah

Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima itu semua
Melampaui batas-batas hutanmu
Melampaui batas-batas jurangmu

Aku cinta padamu, Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup

Soe Hok Gie - 19 Juli 1966

Kalo yg ini, saya dengar dari film "GIE"

CAHAYA BULAN
akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
apakah kau masih sambut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah mandalawangi

kau dan aku tegak berdiri melihat hutan” yg menjadi suram
meresapi belaian angin yg menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat

apakah kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

Tuesday, July 6, 2010

Apaan Sih Pe-Aa?

"Apa sih PA? katanya pecinta, tapi kelakuannya pada jorok bahkan sering ngerusak lingkungan, pake ngeroko segala lagi, kan polusi tuh...!" ujar seorang teman saya yang langsung membuat saya terhenyak..

PA merupakan singkatan dari Pecinta Alam atau Penggiat alam, tetapi yang paling populer di masyarakat adalah Pecinta Alam. Kebanyakan orang mendefinisikan Pecinta Alam secara bahasa saja, pecinta yaitu yang mencintai, dan alam sebagai objek yang dicintai tersebut (bisa berbentuk hutan, sungai bahkan manusianya sendiri adalah alam).

PA hanyalah sebuah nama, dan istilah tersebut tidak bisa diartikan dengan istilah bahasa. Sampai saat ini pun tidak ada yang berani mendefinisikan istilah PA.


Kalau merunut pada sejarah, pada tahun 1966, Soe Hok Gie mengatakan bahwa : "Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia secara menyeluruh, barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik."

Saya tegaskan disini bahwa PA adalah sebuah idealisme, dan sangat sangat sangat salah besar jika diartikan secara bahasa saja. Mungkin ini persepsi saya sendiri, maaf bila tidak sesuai dengan persepsi anda.

Monday, June 28, 2010

Cara Sederhana Memproteksi file

"Duh koy, gawat, flashdisk gw ilang, padahal isinya banyak file pribadi gw" ucap Ariel sambil memukul jidatnya.
"Emang isi fd lu pa an?".
"Yaaa gitu deh..."
wkwkwkwk

Situasi seperti itu sering terjadi, untuk itu, lindungilah file-file anda atau setidaknya menggunakan password. Banyak software yg menyediakan fasilitas ini. Tapi ada satu cara yg cukup simple, tidak perlu di download, ataupun di install, modalnya cukup NOTEPAD.

Langkah-langkahnya;

1. Buka Notepad di komputer anda caranya klik menu Start > Accessories > Notepad

2. Jika sudah, masukkan script ini :

cls
@ECHO OFF
title Folder Locker By KoyPiratesWorks
if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCKif NOT EXIST Locker goto MDLOCKER:CONFIRM
echo Are you sure u want to Lock the folder(Y/N)
set/p "cho=>"
if %cho%==Y goto LOCKif %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Invalid choice.
goto CONFIRM
:LOCKren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder locked
goto End
:UNLOCK
echo Enter password to Unlock folderset/p "pass=>"
if NOT %pass%==PASSWORD goto FAIL
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker
echo Folder Unlocked successfullygoto End
:FAIL
echo Invalid password
goto end
:MDLOCKER
md Locker
echo Locker created successfullygoto End
:End

di tulisan PASSWORD, itu isi sendiri password yg mau dimasukkan

3. Jika sudah, klik File > Save As, save dengan nama MYFD.bat

4. Kemudian exit dari notepad, jalankan MYFD.bat yg tadi dibuat ,maka akan muncul gambar seperti ini .


5. Masukkan password anda, nanti akan muncul file yg bernama Locker, JANGAN DIGANTI NAMA FILENYA, masukkan file-file yg dirasa private.

6. Jika ingin mengunci file, buka kembali MYFD.bat kemudian ketikkan Y, lalu tekan Enter , akan muncul gambar sperti ini


7. Jika ingin membuka file yg di lock, ulangi langkah ke 5

berbagai sumber

Saturday, June 26, 2010

Sekilas Sejarah Bandung


Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menguasai Jawa dan Nusantara pada umumnya dibawah pimpinan Gubernur Jendral Herman Willem Daendles (1808-1811), mempunyai rencana sebuah jalan yang membelah Pulau Jawa, menghubungkan Anyer di ujung barat dan Panarukan di Ujung Timur. Jalan ini, yang dikenal sebagai Jalan Raya Pos (Groote Postweg), membentang sepanjang kurang lebih 1000 kilometer. Pembuatan jalan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah hubungan antara daerah-daerah yang berdekatan serta dilalui jalan tersebut. Atas perintah Daedles inilah, sejak tanggal 25 Mei 1810 , ibu kota Kabupaten Bandung yang semula berada di Karapyak mengalami perpindahan, mendekati Jalan Raya Pos.

Bupati Wiranata Kusumah II, dengan persetujuan sesepuh serta tokoh-tokoh dibawah pemerintahannya, memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung dari karapyak ke Kota Bandung sekarang. Daerah yang dipilih sebagai ibu kota baru tersebut, terletak diantara dua buah sungai sungai, yaitu Cikapundung dan Cibadak daerah sekitar alun-alun Bandung sekarang yang dekat dengan Jalan Raya Pos. daerah tersebut tanahnya melandai ke timur laut sehingga cocok dengan
persyaratan kesehatan maupun kepercayaan yang dianut saat itu. Sungai-sungai yang mengapitnya juga dapat berfungsi sebagai sarana utilitas kota.

Setahap demi setahap, dimulailah pembangunan ibu kota kabupaten baru. Perpindahan rakyatnya pun dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan pengadaan perumahan serta fasilitas lain yang tersedia.

Menurut buku sejarah Kabupaten Bandung, pada tahun 1846, jumlah penduduk Kota Bandung baru sekitar 11.054 jiwa, terdiri atas 11.000 orang bangsa pribumi, 9 orang bangsa eropa, 15 orang bangsa Cina, dan 30 orang bangsa Arab, serta bangsa Timur lainnya. Saat itu Kota Bandung masih merupakan pemukiman kota kabupaten yang sunyi sepi, dengan pemandangan alam berupa bukit-bukit dan gunung-gunung disekelilingnya.

Pada tahun 1852, daerah priangan terbuka untuk siapa saja yang ingin menetap disana. Dengan adanya pengumuman yang dibuat oleh Residen Priangan, Steinmetz, maka mulailah berdatangan para pemukin baru. Dengan keadaan alam yang sangat mebarik, Bandung sebagai suatu tempat bermukim banyak mengundang para pendatang untuk tinggal dan menetap ditanah Parahiangan tersebut. Untuk mengatur pembangunan kota akibat bertambahnya jumlah penduduk, maka disusun suatu pedoman dasar bagi pembangunan Kota Bandung dengan “Rencana Kota Bandung” (Plan der Negorij Bandoeng). Dengan adanya rencana ini, maka dimulailah lebih terarah dan terkendali. Pada tahun 1850, mulailah dibangun Masjid Agung
serta Pendopo Kabupaten-saat ini terletak di pusat Kota Bandung. Adanya ruang terbuka, alun-alun, yang berhadapan dengan pendopo yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, serta dibangunnya bangunan-bangunan lain yang berfungsi sebagaifasilitas pelayanan dan penunjang kegiatan pemerintahan kota, seperti kantor pos, penjara, bank dan pasar-mencerminkan tipe pusat kota tradisional dengan sedikit pengaruh Barat.

Itulah sekilas sejarah berdirinya kota Bandung, yang mana dalam perjalanannya Bandung sempat dipersiapkan sebagai ibu kota Hindia Belanda, dengan rencana memindahkan ibu kota pemerintahan dari Batavia ke Bandung. Maka Bandung dipersiapkan sedemikian rupa untuk perpindahan tersebut, salah satunya dengan membangun bangunan-bangunan pemerintahan dan pemukiman dengan rencana tata ruang yang baik.

Sumber : Courtessy Bandung Society for Heritage Conservation

Menggerakan kursor mouse tanpa mouse?

Seorang teman pernah mengeluhkan kondisi mouse miliknya yg kadang jalan kadang mati, kondisi ini mengganggu kinerjanya dalam menyelesaikan tugasnya. Bahkan ia sempat berpikir untuk membeli mouse baru dari pada memakai cara pintas di keyboard (shortcut).

Kita semua pasti sebal kalau mouse kita rusak.
Saat mouse kita rusak, pakai cara ini;
  • Tekan tombol window+, sehingga muncul kotak Run.
  • Lalu ketikan "access.cpl" (tanpa tanda petik).
  • Tekan Ctrl+Tab untuk berganti tab. Pilih "Mouse".
  • Di tab mouse, tekn "M".
  • Lalu tekan "Enter".
  • Aktifkan numlock. Lalu arahkan kursor pakai angka 9,3,1,7 tinggal digeser-geser kemana saja terserah anda.

Atau cara yang lain lagi;
  • Tekan tombol Alt+Shift+NumLock secara bersamaan. Cara ini akan memunculkan windows MouseKeys.
  • Selanjutnya klik tombol Settings, beri tanda centang pada pilihan Use MouseKeys.

 
Photography Templates | Slideshow Software