Seorang cendekiawan tiba di depan sebuah selokan, dan ragu-ragu melompat untuk menyebrang. Seorang petani memberi petunjuk, “jangan takut, tak ada yang sulit disitu, langsung sajalah melompat.” Dalam sekali gebrakan, sang cendekiawan melompat, dan langsung terjun ke dalam selokan.
Petani tadi datang, mengulurkan tangan, dan mencoba memperbaiki keadaan, “anda seharusnya tidak melompat dengan kedua kaki berbarengan.”
“Jangan banyak omong!” kata sang cendekiawan. “Dan jangan coba membantah buku. Di dalam buku tertulis: melompat adalah sebuah tindakan dengan merentangkan kaki, mengangkatnya dari tanah dengan gerakan cepat dan ke atas, lalu melangkahkan kaki yang satu, disusul oleh kaki yang lain. Aku sudah mengikuti petunjuk buku, dan engkau gampang saja menyalahkan aku, hah?”
Fenomena seperti ini sering kita temui dalam realita di sekitar kita, di mana ada sebagian orang yang mengandalkan teori tapi dalam mengaplikasikan teori tersebut mereka kelabakan. Saking banyaknya teori yang mereka tahu, mereka merasa paling benar.
Padahal kenyataanya; ada beberapa faktor x dan y yang dapat mempengaruhi teori tersebut.
Adapula sebagian orang yang mempelajari sesuatu dengan pengalaman (bahasa kerenna; learning by experience), mereka mengambil pelajaran dari eksperimen-eksperimen yang mereka lakukan, lalu menyimpulkan sesuatu berdasarkan hasil eksperimen tersebut.
Dalam kasus seperti ini, kebanyakan orang hanya berteori, berargumen dan mengkritik, tidak lebih, tidak kurang. Professional critics are most person who don't have enough abilities to equal the person whom they criticise (Downing). Kritikus-kritikus profesional sebagian besar adalah orang-orang yang tidak punya cukup bakat untuk menandingi orang-orang yang mereka kritik.
Saya teringat dengan argumen Adjat Sudrajat; Besar karena cacian, sanjungan adalah racun. Terserah orang bicara apa, ketika kritik itu tidak membangun dan cenderung menyudutkan, anggap saja gonggongan anjing.






1 comments:
i hate critics! tapi kalo gak ada yg mengkritik, sy gak akan bisa memperbaiki diri dan introspeksi. tapi tetep, kalo ada yg mengkritik sy sebel sm org itu walopun kritiknya membangun. parah ya?! hehehehe...
Post a Comment