Suatu hari, seorang cendekiawan tiba di sebuah sungai yang lebarnya sekitar 1 meter setengah. Karena tak ada jalan lain selain melompatinya, cendekiawani itu tampak ragu untuk melompatinya. Lalu datanglah seorang akamso (anak kampung sono) yang berkata; "Jangan takut, tak ada yang sulit disitu, langsung sajalah melompat." Dalam sekali gebrakan, cendekiawan melompat, dan langsung terjun ke dalam sungai.
Akamso itu datang, mengulurkan tangan, sambil berkata; "Anda seharusnya tidak melompat dengan kaki berbarengan."
"Jangan banyak omong!" kata cendekiawan itu. "Dan jangan coba membantah buku, di dalam buku tertulis, melompat adalah sebuah tindakan dengan merentangkan kaki, mengangkatnya dari tanah dengan gerakan cepat, lalu melangkahkan kaki yang satu, disusul oleh kaki yang lain. Aku sudah mengikuti petunjuk buku, dan engkau gampang saja menyalahkan aku, hah?”
Jadi manakah yang benar? Kita menjadi bodoh karena tidak membaca? Atau kita menjadi arogan karena membaca? Atau saya yang bodoh karena menulis tulisan ini. Gakgakgak..
Bukan berarti saya melarang anda untuk membaca. Yang jelas, yang ingin saya sampaikan di hari buku ini; bacalah buku! Tetapi harus dipilih juga buku yang mana yang harus dibaca, buku yang bermanfaat dan tidak menyesatkan kita sebagai manusia yang mulia.
Saya sendiri pernah menjadi korban bacaan yang tidak baik (kalau boleh saya sebut begitu), mulai dari buku masalah sosial sampai ideologi lalu menyerempet ke masalah filsafat. Yang pada akhirnya, membuat otak saya sedikit miring. heeeee.. tapi untuk menambah wawasan bagus juga, asal harus ada gurunya....
Firman Tuhan yang pertama pun menyuruh kita untuk membaca. "iqra!" "bacalah". Mau baca buku, alam, keadaan, atau apapun. Ayat tersirat maupun tersurat. Yang penting membaca, toh tak ada ruginya.
Akamso itu datang, mengulurkan tangan, sambil berkata; "Anda seharusnya tidak melompat dengan kaki berbarengan."
"Jangan banyak omong!" kata cendekiawan itu. "Dan jangan coba membantah buku, di dalam buku tertulis, melompat adalah sebuah tindakan dengan merentangkan kaki, mengangkatnya dari tanah dengan gerakan cepat, lalu melangkahkan kaki yang satu, disusul oleh kaki yang lain. Aku sudah mengikuti petunjuk buku, dan engkau gampang saja menyalahkan aku, hah?”
Jadi manakah yang benar? Kita menjadi bodoh karena tidak membaca? Atau kita menjadi arogan karena membaca? Atau saya yang bodoh karena menulis tulisan ini. Gakgakgak..
Bukan berarti saya melarang anda untuk membaca. Yang jelas, yang ingin saya sampaikan di hari buku ini; bacalah buku! Tetapi harus dipilih juga buku yang mana yang harus dibaca, buku yang bermanfaat dan tidak menyesatkan kita sebagai manusia yang mulia.
Saya sendiri pernah menjadi korban bacaan yang tidak baik (kalau boleh saya sebut begitu), mulai dari buku masalah sosial sampai ideologi lalu menyerempet ke masalah filsafat. Yang pada akhirnya, membuat otak saya sedikit miring. heeeee.. tapi untuk menambah wawasan bagus juga, asal harus ada gurunya....
Firman Tuhan yang pertama pun menyuruh kita untuk membaca. "iqra!" "bacalah". Mau baca buku, alam, keadaan, atau apapun. Ayat tersirat maupun tersurat. Yang penting membaca, toh tak ada ruginya.







2 comments:
i am a bookworm. fithriana like this!
TAI anjink
Post a Comment